Profile
About

Menyesuaikan Lingkungan Dengan Baik Untuk Mental Health
Cara lain adalah memberikan pilihan kepada pegawai untuk memilih dimana, kapan dan bagaimana cara mereka bekerja. Fleksibilitas ini memberikan kendali lebih besar kepada pegawai tentang bagaimana ia menyesuaikan kerja dengan aneka tuntutan kehidupan lainnya. Strategi lain yang juga bisa dilakukan oleh organisasi adalah memastikan bahwa kebijakan asuransi kesehatan mencakup juga layanan untuk kesehatan mental. Pemanfaatan layanan digital seperti konseling via aplikasi juga bisa diterapkan dalam organisasi. Tak hanya itu, organisasi juga direkomendasikan agar lebih mendengarkan suara pegawai – misalnya melakukan survey anonim sehingga pegawai bisa merasa aman menyampaikan kebutuhannya, adanya kotak saran di berbagai tempat umum, maupun diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) untuk membicarakan inisiatif-inisiatif terkait kesehatan mental.
Salah satu contoh dari intervensi yang diberlakukan di tingkat organisasi adalah STAR. STAR ini merupakan singkatan dari Support-Transform-Achieve-Results. Pegawai diminta mengisi diari digital selama 1 bulan sebelumnya. Setelah itu, pegawai menjalani proses selama 3 bulan yang mencakup berbagai pelatihan. Pelatihan ini memberikan dukungan terhadap kehidupan pribadi dan keluarga para pegawainya. Tak hanya itu, fleksibilitas pola kerja juga diterapkan untuk membuat pegawai memiliki kendali atas kehidupannya. Intervensi di Login Slot 999 tingkat organisasi ini ternyata terbukti efektif menurunkan reaksi afektif dan fisik terhadap tekanan kerja sehari-hari. Kemampuan pegawai meregulasi emosi negatif juga meningkat berkat intervensi tersebut. Bagaimana dengan Indonesia?
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Kerja sudah menyertakan aspek psikologis, tepatnya kesehatan mental karyawan di tempat kerja. Termaktub dalam peraturan tersebut arahan bagi organisasi untuk menyediakan program kebugaran bagi tenaga kerja, program konseling, komunikasi organisasi secara memadai, memberikan kebebasan bagi tenaga kerja untuk memberikan masukan dalam proses pengambilan keputusan. Mari kita refleksikan ketentuan ini pada tempat kerja kita masing-masing apakah semua ini sudah ditegakkan. Terakhir, kerja mendominasi porsi kehidupan manusia dewasa apalagi yang tinggal di daerah perkotaan. Ketika sebagian besar waktu kita habiskan untuk bekerja, maka sejatinya masuk akal bagi organisasi untuk menaruh perhatian pada kesehatan mental.
